ciri ciri rabies pada mamalia dan pencegahannya
Rabies pada mamalia ditandai dengan
perubahan perilaku drastis (agresif atau sangat jinak/diam), air liur berlebihan (hipersalivasi), takut air/cahaya, kejang, dan kelumpuhan yang berujung kematian. Pencegahan utama dilakukan melalui vaksinasi rutin hewan peliharaan, menghindari kontak dengan hewan liar, dan tidak melepasliarkan peliharaan.
Ciri-ciri Rabies pada Mamalia (Anjing, Kucing, dll):
- Perubahan Perilaku: Menjadi agresif, buas, menggigit benda/hewan di sekitar, atau justru sebaliknya menjadi pendiam, bersembunyi di tempat gelap, dan lemas.
- Hipersalivasi: Air liur keluar berlebihan atau mulut berbusa karena kelumpuhan otot menelan.
- Gangguan Saraf: Kejang-kejang, jalan sempoyongan, kelumpuhan kaki belakang, dan rahang menggantung.
- Sensitif: Sangat takut terhadap cahaya (fotofobia), suara, dan sentuhan.
- Tahap Akhir: Kelumpuhan total, koma, dan kematian.
Cara Pencegahan Rabies:
- Vaksinasi Rabies: Memberikan vaksin rabies pada anjing, kucing, dan kera secara rutin (dimulai usia 3-4 bulan).
- Batasi Kontak Hewan Liar: Jangan mendekati atau menyentuh hewan liar/asing yang bertingkah aneh.
- Manajemen Peliharaan: Tidak melepasliarkan hewan peliharaan tanpa pengawasan.
- Lapor: Segera lapor ke dinas peternakan jika ada hewan peliharaan yang mati mencurigakan atau menggigit orang.
Catatan: Jika terjadi gigitan, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu bawa ke faskes untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Komentar
Posting Komentar